30 Days Writing Challenge : Part 2

30dwc

Part 1 nya ada di : 30 Days Writing Challenge : Part 1

#16. Maaf

Maaf tak pernah bisa menepati janji, Maaf karena meninggalkan pergi, Maaf membuatmu menangis dan maaf karena aku merindukamu saat ini, SF.

#17. Let Me be Myself

Sebenernya tidak terlalu susah untuk bisa memenangkan hatiku. Lagipula aku bukanlah sebuah batu yang keras. Cukup jadi diri sendiri, jangan meniru orang lain atau bahkan jangan mengubah pribadi hanya untuk menarik perhatianku.

Satu hal yang paling penting adalah aku menyukai kebebasan yang dalam artian aku tidak ingin terkekang. Aku ingin melakukan sesuatu yang ingin aku lakukan dan jangan mencoba mengubah diriku menjadi orang lain.

#18. Twenty Facts About Myself

  • Punya riwayat penyakit asma
  • Pernah pingsan ketika tes Paskibraka
  • Once a Gooner, Always a Gooner
  • Mikir dulu, bicara kemudian
  • Lagu jepang
  • Pernah nangis di bioskop
  • Say no to cigarettes
  • Boros
  • Tiada hari tanpa musik
  • Muntah ketika pertama kali naik gunung
  • Tidak punya kartu kredit
  • I LOVE, I Fight!
  • Pengen beli sesuatu, nabung dulu
  • Bodoh dalam matematika
  • Lompat pagar sekolah? sering!
  • Bae Suzy terbaik!
  • IU juga
  • Baca Manga dulu, malas nonton Anime kemudian
  • Dengerin musik sebelum tidur
  • Falls. In. Love. In. 10. Seconds

#19. Sofi

Suatu hari di sekolah ada sebuah pengumuman hasil penerimaan siswa baru di majalah dinding. Aku yang juga ikutan melihat-lihat seperti siswa lainnya tertarik dengan pencapaian seorang calon siswa di sekolahku yang hampir mendapat nilai sempurna dan berada di peringkat 1 untuk jurusan yang dia pilih.

Singkat cerita akhirnya aku kenal dengan dia yang menjadi peringkat pertama ketika penerimaan siswa baru. Sofi namanya. Ternyata dia pernah ikut di sebuah lomba yang sama denganku, hanya saja dia mewakili jurusannya dan aku mewakili jurusanku.

Seiring berjalannya waktu kami jadi semakin dekat dan tentu saja jatuh hati padanya adalah keputusan yang tidak bisa aku hindari.

Sejujurnya mencintai dia yang sudah seperti selebriti sekolah membuatku sedikit was-was. Bagaimana tidak, dia yang hampir dikenal oleh orang-orang di dalam sekolah sedangkan aku adalah seseorang yang selalu mencoba untuk tidak terlihat oleh siapapun.

Tapi bukan berarti ini adalah cinta satu arah yang hanya dari aku saja. Dia juga punya perasaan yang sama denganku. Setidaknya itu yang aku tahu.

Ketika kutanya “Apa yang membuatmu suka denganku? padahal aku tidak tampan, pun tidak keren juga. Tidak ada sesuatu yang menonjol dari aku. Bahkan aku orang yang pendiam”.

“Justru itulah yang membuatku menyukaimu” jawabnya.

Aku tidak tahu apakah hubungan kami bisa disebut pacaran atau tidak. Kami berjanji satu sama lain untuk tetap bersama dan tidak meninggalkan. Sampai pada akhirnya aku menyadari bahwa hubungan jarak jauh dan jarang bertemu tidak akan sehat dan salahku tak bisa ingkari janji.

Maaf.

#20. IU

Lee Ji-eun atau biasa dikenal dengan nama IU adalah seorang artis yang berada di atas artis korea selatan lainnya dalam perihal paras. Itu menurutku.

Skil dalam nyanyi? jangan ditanya. Akting apalagi. Bagiku dia yang terbaik.

#21. Berjuang Dulu, Merana Kemudian

CINTA itu berjuang. Kalau berhasil dan dihargai, ya bahagia. Kalau tidak? ya merana. Apalagi?

Maka, jangan berlebihan dalam mencintai jika tidak ingin kecewa kemudian. Cinta terbaik adalah mencintai Allah dan Rasulnya. Anjay~

#22. Hari Ini

Hari ini berjalan seperti hari biasanya. Bangun tidur sholat subuh, melanjutkan tidur lagi adalah kegiatan rutinku setiap harinya.

Hari ini bertepatan dengan hari Jumat masih dalam masa cuti, tapi ada aja kontak dari rekan kerja tentang problem di kantor. Ya, mau tidak mau aku harus bersedia ikut memantau problem tersebut.

Hari ini masih di masa cuti yang aku ambil dengan hari hari kamis kemarin. Pengambilan cuti dilakukan karena kemarin, hari kamis adikku melaksanakan akad nikah.

Yah, sebenernya tidak ada yang spesial hari ini. Semua berjalan sebagaimana mestinya seperti hari-hari biasa. Bedanya hari ini tidak kerja.

Sore harinya diisi dengan bermain badminton seperti hari biasa karena jadwal bermain badminton dari hari senin-jumat.

Yasudah, gitu aja sih.

#23. Untuk Ita

Untuk Ita

Hai, apa kabar? baik-baik aja ya? semoga. Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan dan aku tanyakan padamu secara langsung. Tapi rasanya sudah tidak bisa lagi ya? Jadi kutulis di sini aja ya.

Jadi, apakah kamu sudah bisa melupakanku? aku masih memikirkan kamu, tapi tak sesering dulu lagi. Ya, Aku sedang belajar untuk tidak lagi berharap tentang hubungan kita lagi. Karena aku rasa tidak ada yang bisa lagi diperjuangkan, terutama dari sikapmu.

Aku mulai menyadari bahwa tak baik jika aku terus memaksakan perasaanku sendiri. Tak baik untukmu, pun begitu dengan hatiku. Sekarang aku harus memilih untuk menyerah meskipun aku tak ingin. Aku menyerah terhadap sesuatu yang tak bisa aku ubah. Tak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja.

Kamu tahu, kamu adalah pilihan paling tepat yang pernah aku buat. Meskipun akhirnya aku tak bisa bersamamu, aku tak menyesal pernah memilih untuk jatuh hati padamu. Memang, jatuh cinta tak pernah salah memilih hati untuk dicintai. Hanya saja mungkin salah dalam memilih waktu. Seperti aku.

Mencintaimu menyenangkan, sampai pada titik di mana aku merasa bahwa kamu adalah segalanya bagiku. Akan kulakukan apapun yang bisa kulakukan agar bisa bersamamu. Akan aku perjuangkan apapun yang bisa kuperjuangkan. Tapi pada akhirnya merelakan juga harus kulakukan.

Dari awal aku sudah tahu bahwa cepat atau lambat semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi aku tetap bersikeras untuk tidak mundur. Aku percaya bahwa masih ada jalan yang bisa kuperjuangkan untuk bisa bersamamu.

Sekarang aku asing bagimu. Tak lebih dari seseorang yang menumpang tempat sebentar untuk melepas lelah, lalu dipaksa untuk pergi. Kadang aku berpikir mungkin seharusnya aku tak perlu menetap di tempatmu, di hatimu. Rasanya aku terlalu lama menetap dan terlanjur merasa nyaman sehingga enggan untuk pergi.

Akhirnya aku paham bahwa melepaskan adalah bagian dari mencintai seseorang. Akhirnya aku dihadapkan pada keputusan untuk melepaskan kamu pergi. Namun, aku pastikan tak ada penyesalan sama sekali tentang semua ini. Aku tak menyesal telah jatuh hati padamu. Aku tak menyesal telah memilihmu sebagai seseorang yang kuinginkan untuk bersamaku.

Maaf untuk semuanya. Aku pamit ya. Maaf sudah merepotkan hatimu selama ini.

Sampang, 23 Januari 2021

#24. Upgrade Skill

Pekerjaanku sebagai tukang koding di sebuah software house memaksaku untuk terus mengembangkan skill koding agar tetap mengikuti tren teknologi yang semakin berkembang.

Aku sebagai web developer selama ini fokus mengembangkan aplikasi menggunakan framework yang bernama Codeigniter versi 3. Framework ini menggunakan konsep MVC dan yang paling mudah menurutku. Namun memang masih kurang lengkap jika dibandingkan dengan framework lain seperti Laravel.

Demi mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia web programming, akhirnya aku mau tak mau belajar sesuatu yang baru. Mencoba untuk mengexplore framework yang paling populer, yaitu Laravel.

Meskipun sama-sama menggunakan konsep MVC di dalamnya, tapi jelas laravel sangat berbeda dengan codeigniter versi 3 yang selama 4 tahun terakhir selalu aku gunakan.

Banyak hal baru yang ada di Laravel 8 tidak ada di Codeigniter 3. Memang sulit awalnya, tapi tetap saja menyenangkan. Aku selalu suka dengan hal-hal yang membuatku tertantang untuk bisa menguasainya.

Yah, setidaknya tahun ini aku harus bisa mahir dalam menggunakan Laravel, Flutter dan React JS.

Semoga berhasil.

#25. Warna-warni Tulisan

Ga tau ya, aku selalu suka dengan tulisan pada jendela Command line atau pada teks editor yang berwarna-warni.

#26. Kelas Rusuh

Dulu waktu sekolah baik itu ketika SMP atau SMK entah kenapa aku selalu masuk di kelas yang bisa dibilang “rusuh”. Gimana tidak, baik di SMP atau SMK sama-sama pernah dihukum satu kelas.

Waktu masih SMP tepatnya saat kelas 3, kami satu kelas pernah dihukum berdiri di bawah terik matahari. Penyebabnya adalah meja guru di kelas dicoret-coret pakai kapur (dulu masih pakai kapur, bukan spidol).

Karena tidak ada yang ngaku siapa yang melakukan, akhirnya kami satu kelas dihukum. Tapi setelah kuingat-ingat, pelaku yang mencoret meja guru tidak lain adalah aku sendiri. Awalnya aku sempat lupa bahwa aku yang melakannya. Sekalipun aku ingat kalau aku pelakunya, sepertinya tidak akan ngaku juga. haha

Lain lagi ketika masa SMK. Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk masuk di kelas yang sedikit “liar” dari kelas lainnya. Bagaimana tidak, kami satu kelas pernah dihukum berdiri di bawah terik matahari gara-gara teman-teman kelas main gaple saat jam pelajaran yang saat itu kebetulan guru sedang tidak ada.

Pernah juga teman sekelas membuat salah satu guru wanita menangis yang kebetulan aku sendiri tidak masuk.

Namun walaupun termasuk kelas paling rusuh, kami pernah meraih juara 1 lomba tarik tambang 2 tahun berturut-turut dan juara 1 futsal antar kelas.

#27. Muda Hebat

Ada beberapa orang yang berhasil membuatku merasa kagum sekaligus insecure.

Angga Riski

Pertama kali tahu Angga Riski dari channel youtube-nya yang membahas tentang UI dan aku langsung berlangganan channel youtube-nya karena kontennya memang menarik waktu itu. Setelah itu dia membangun sebuah platform yang membantu orang-orang belajar tentang UI/UX, Programming sampai tentang Freelance.

Bagiku sosok Angga Riski sangat menginspirasiku dalam mencapai goals karena dia sendiri sudah mencapai apa yang menjadi targetku di usia yang lebih muda dari aku.

#28. L.O.V.E

Aku rasa setiap orang akan setuju tentang mencintai seseorang adalah tentang pembuktian, bukan cuma perkataan. Mencintai seseorang adalah bagaimana caramu membuktikan yang kamu rasakan kepada orang yang kamu cintai. Tidak akan cukup hanya dengan “Aku mencintaimu”.

Jatuh cinta itu berjuang. Sekalipun perjuangan kita tak dianggap, setidaknya aku sudah berjuang.

#29. Goals

Setiap manusia tentu punya banyak hal yang ingin dicapai di masa depan bukan? ya, itu termasuk aku tentunya. Jadi mari saling mendoakan agar apa yang kita inginkan untuk diri masing-masing cepat tercapai dan semoga tidak ada rasa kecewa jika apa yang kita upayakan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan di awal. Karena tetap saja, hanya tuhan saja yang menentukan bagaimana yang terbaik untuk kita.

See you on top!

#30. Hari Terakhir

Ini adalah tulisan ketiga puluh sekaligus penutup dari rangkaian 30 Days Writing Challenge. Cukup menyenangkan meluangkan waktu untuk menulis hal-hal yang ada di dalam kepala. Mulai dari tulisan tentang cinta sampai tulisan ga jelas.

Semoga ke depannya masih bisa terus meluangkan waktu untuk sekadar mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *