30 Days Writing Challenge : Part 1

30dwc

Ini adalah halaman khusus untuk 30 Days Writing Challenge. Sebuah tantangan untuk konsisten menulis selama 30 hari dengan tema tulisan yang berbeda-beda setiap harinya.

30 days writing challenge

#1. Aku

Jika ada seseorang yang bertanya “Siapa kamu?”, akan membuatku berpikir dan kembali bertanya kepada diriku sendiri “Sebenernya siapa aku?”. Banyak sekali jawaban yang terlintas dalam kepala untuk sebuah pertanyaan sesingkat itu.

Tapi, mana jawaban yang harus kupilih?

Kupikir aku adalah seseorang yang cukup ambisius dengan apa yang aku inginkan dan terkadang aku juga bisa jadi orang yang pemalas dalam waktu bersamaan. Aku bisa menjadi orang dengan kepercayaan diri tinggi, tapi juga bisa jadi orang yang sangat pemalu. Terkadang aku ingin sekali sendiri, tetapi terkadang cuma ingin didengarkan.

Tetapi dari semua itu, aku paling tidak suka dengan keramaian dimana aku menjadi pusat perhatiannya.

Jadi jika kamu tanya siapa aku, paling tidak kamu sudah tahu mana jawaban yang aku punya selain memberi tahu namaku.

#2. Koding

Pertama kali aku mulai ngoding sebenernya cuma karena iseng-inseng saja. Berawal dari ketika masih kelas 1 SMA sekitar tahun 2010 iseng-iseng main blog yang dulu masih banyak yang pakai blogspot. Sebenernya main blog dulu tidak seperti sekarang di mana sudah banyak dimonetisasi dengan Google Adsense atau yang lainnya.

Dulu main blog fokusnya ke “mempercantik” tampilan blog seperti cursor yang diganti dengan ikon lain. Tampilan blog ditambah efek blink-blink dan segala macam sampai membuat loading blog jadi berat.

Dari situlah aku mulai mengenal yang namanya koding dan mulai fokus belajar bahasa pemrograman. Aku pikir mempelajari bahasa pemrograman sangat menyenangkan karena secara tidak langsung membuat kita sering menggunakan otak untuk berpikir.

Ya, aku lebih suka dengan sesuatu hal yang dapat membuatku berpikir “Kenapa bisa kayak gini?”, “Kok bisa?” dan semacamnya. Aku tipe orang yang suka sekali dengan sesuatu yang bisa membuatku berpikir. Seperti ketika menonton film tentang hacker Who Am I atau anime Hello World, dimana di akhir film kita dipaksa untuk berpikir.

Ngoding, juga melatih logika berpikir untuk bisa mencari solusi dari sebuah permasalahan yang ada. Dan aku suka itu.

#3. Kenangan Masa Kecil

Aku rasa kita semua sepakat bahwa masa kecil adalah masa yang paling indah untuk dikenang. Ya, tidak seperti sekarang yang semuanya serba masuk dalam pikiran yang terkadang membuat tertekan.

Masih terkenang bagaimana hampir setiap sore adalah waktu yang paling pas untuk bermain layangan di pantai, balapan sepeda bersama teman-teman di jalanan kampung yang sempit dan terkadang harus menabrak pagar yang terbuat dari bambu.

Masih bisa dikenang dalam ingatan betapa bahagia ketika punya mainan mobil yang dulu terkenal banget, Tamiya. Seingatku dulu aku punya tamiya model Magnum Saber yang menurutku itu adalah mobil tamiya paling keren. Karena tidak punya sirkuit tamiya yang memadai, aku bersama teman-teman pun pernah membuat sirkuit tamiya menggunakan kardus.

Aku pernah bangun tidur pagi-pagi hanya untuk mencari jangkrik di sawah. Tujuannya adalah untuk diadu dengan jangrik punya teman atau hanya untuk sekadar bisa mendengarkan suara jangkrik yang khas.

Ya, masa kecil memang masa yang paling indah jika dikenang kembali di masa sekarang di mana umurku sudah tidak bisa dibilang muda lagi. Ada kalanya aku ingin kembali ke masa-masa itu.

#4. Emirates

Entahlah, tak ada tempat yang benar-benar ingin aku kunjungi atau setidaknya yang ditargetkan untuk aku kunjungi suatu saat nanti. Tapi jika aku ingat-ingat lagi dulu ada salah satu temanku yang pernah tanya.

“Pe, suatu saat nanti kalau mau ke Emirates Stadium ajak aku ya?” katanya.

Ya, karena saat itu dia tahu kalau aku adalah salah satu fans Arsenal di mana Emirate Stadium adalah stadion sepak bola sekaligus markasnya Arsenal.

“Oke, nabung dulu. Tapi kamu pakai uang sendiri ya?” jawabku sambil bercanda.

Yah, aku cuma bercanda tentang ingin pergi ke London. Entahlah, karena itu memang bukan salah satu keinginan yang ingin aku capai di masa depan nanti. Setidaknya untuk saat ini, tidak tahu nanti apa aku akan berubah pikiran.

#5. Mereka Adalah Segalanya Bagiku

Tidak banyak hal yang kuingat tentang sosok seorang bapak, hanya satu yang paling kuingat adalah pernah membuatnya marah gara-gara bertengkar dengan adikku perihal rebutan gimbot yang dulu jadi mainan banyak anak kecil. Tidak seperti sekarang yang apa-apa bisa dilakukan dengan smartphone.

Pun aku tak pernah ingat apakah dulu aku menangis ketika bapakku meninggal.

Kata orang-orang, bapak adalah sosok yang berwibawa dan hebat. Dihormati diantara saudara-saudaranya, badannya tinggi besar bahkan sering dikira sebagai tentara. Bahkan anak-anaknya pun rupanya lebih mirip ke bapak daripada ibu di mana aku dan 2 saudaraku memiliki badan yang tinggi besar.

Sosok yang tangguh

Sejak ditinggal bapak, ibu menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga di mana saat itu aku dan saudaraku masih di bangku sekolah. Beliau adalah wanita paling tangguh yang pernah aku tahu selama hidupku.

Bahkan ketika anak-anaknya sudah beranjak dewasa, beliau malah ditinggal merantau oleh ketiga anak laki-lakinya.

Sekarang banyak orang yang terlihat kagum dengan ibu yang bisa membesarkan 3 orang anaknya sampai 2 diantaranya berhasil menggapai cita-cita menjadi seorang tentara. Ya, hanya aku yang sama sekali tidak minat untuk menjadi tentara dan pada akhirnya bersyukur karena masih bisa pulang.

Mereka berdua adalah segalanya bagiku, bagi kami.

Pak, lihat dari sana ya. Kami pastikan wanita yang kau cintai akan baik-baik saja dan pastinya kami akan buat ibu bahagia dengan cara apapun.

#6. Single And Happy

Bukankah Single bisa memiliki banyak makna? Seperti ketika seorang musisi merilis sebuah lagu atau pemain badminton yang bermain sendiri. Bahkan sebuah mie instan juga punya versi single bukan? Jika ada mie yang double, berarti ada juga yang single.

Jika dalam sebuah hubungan antar lawan jenis berarti single diartikan sebagai seseorang yang belum mempunyai pasangan, entah itu pacar, suami atau istri.

Bagiku yang kebetulan sekarang sedang lajang dan bukan single, untuk menjadi bahagia ketika sedang melajang adalah dengan “loves yourself” dulu. Berpasangan belum tentu akan membuat kita merasa “happy”. Alhamdulillah jika kita bahagia, jika tidak? ya merana.

Aku sendiri baru menyadari sesuatu bahwa kita harus membuat diri kita sendiri terutama jiwa harus bahagia terlebih dahulu sebelum memulai hubungan berpasangan dengan seseorang. Maksudnya adalah agar ketika mulai berpasangan sekalipun, kebahagiaan tidak terpaku hanya dari pasangan.

Akan ada saatnya ekspektasi tidak akan sesuai dengan yang kita harapkan dan pada akhirnya akan membuat kita akan sakit hati lagi.

Love yourself!

#7. Pretty Boys

Sejauh yang bisa kuingat tidak ada yang benar-benar aku favoritkan perihal film. Aku hanya akan menonton film hanya karena ingin dan biasanya karena bisikan-bisikan yang masuk dari kedua telinga bahwa film ini bagus, film itu keren dan segala macamnya.

Jujur saja aku jarang sekali nonton film apalagi langsung di bioskop dan jika aku harus memilih film mana yang aku suka selama nonton di bioskop, mungkin aku akan memilih film yang diperankan oleh Desta dan Vincent Rompies yang berjudul Pretty Boys.

Sejauh yang bisa kuingat, film Pretty Boys adalah film satu-satunya yang bisa membuat aku meneteskan air mata di bioskop. Itu terjadi ketika Anugerah yang diperankan oleh Vincent pulang ke rumah dan minta maaf kepada ayahnya yang diperankan oleh Roy Marten.

Mungkin karena aku jadi teringat bapak. Entahlah.

#8. Ajaibnya Musik

Siapa yang tidak pernah mendengarkan musik? atau setidaknya dalam sehari tidak mendengarkan musik? Aku rasa musik sudah menjadi bagian yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari. Lagi galau, senang atau sedih pasti akan ada yang melampiaskan dengan mendengarkan musik. Entah untuk menenangkan diri atau malah membuat semakin galau.

Musik bisa jadi media untuk membuat diri lebih tenang ketika hati sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Bisa jadi media untuk menyampaikan pesan atau perasaan.

Aku sendiri seseorang yang biasa menikmati musik untuk mengangkat mood khususnya ketika sedang bekerja. Maklum, kerjaku adalah tukang koding dimana dituntut untuk selalu berpikir dan cepat bosan. Dengan musik yang kudengarkan mood bisa lebih stabil.

Kupikir musik mempunyai semacam efek ajaib yang bisa dirasakan orang-orang. Bisa jadi membuat orang sedih, senang, atau malah membuat orang jadi marah hanya dengan mendengarkan musik.

#9. Bahagia

Bahagia sejatinya adalah pilihan. Setiap orang punya hak untuk memilih bahagia atau tidak. Bukankah bahagia adalah tanggung jawab diri kita masing-masing?

Aku percaya bahwa di setiap momen dalam hidup akan selalu ada kebahagiaan yang bisa kita capai. Hanya saja bagaimana cara mendapatkannya akan berbeda-beda untuk setiap orang. Mungkin yang paling sederhana adalah dengan selalu bersyukur dan ikhlas.

Ingat, bahwa bahagia kita yang ciptakan.

#10. Teman Main dan Galau

Aku punya cukup banyak kenalan orang-orang, tapi hanya beberapa yang bisa kuanggap teman. Seperti teman satu grup dengan nama TCS dan tentu teman sepergalauan, sebut saja AAS.

TCS

TCS awalnya adalah nama tim Mobile Legends yang kubuat bersama dengan salah satu temanku bernama Hasan. Seiring berjalannya waktu TCS menjadi nama grup whatsapp yang kini punya beberapa anggota. Seperti WAG lainnya, kegiatan di grup ini kalau tidak ngegibah ya mabar.

Banyak permainan yang bisa dimainkan bersama dengan para anggota TCS seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Clas of Clan dan main Badminton.

AAS

Salah satu orang sejak kuliah yang bisa kuanggap teman. Bahkan dulu aplikasi Tugas Akhirnya aku yang buat dengan bayaran diskon harga hp yang kubeli darinya. Ya, dulu aku beli hp-nya yg tidak dipakai dengan harga 100 atau 200 ribu rupiah, asal dibantu ngerjain tugas akhir.

Ada sebuah cerita menarik sekaligus membuatku kasihan sama si AAS ini. Beberapa hari setelah wisuda, dia dan pacarnya putus padahal waktu wisuda masih foto bersama. Itu bagian yang membuatku kasihan. Bagian menariknya adalah nama si mantan ini sudah terlanjur ditulis dibuku skripsi di bagian halaman persembahan, pun sudah dicetak pula. wkwk

Sekarang sembari menunggu informasi penempatan kerja, dia juga disibukkan perihal asmara. Kata kerennya Galau. wkwk

Mereka adalah teman terbaik meskipun kadang menjengkelkan.

#11. Beda Cita-Cita

Dari tiga bersaudara, aku adalah anak nomor 2. Kakak sudah punya 1 orang anak berumur 7 tahun dan adik sebentar lagi menikah. Ya, aku satu-satunya yang masih melajang. Santai, kalau sudah waktunya pasti ketemu juga kan jodohnya.

Dari kami bertiga cuma aku saja yang tidak memiliki cita-cita yang sama dengan kedua saudaraku. Mereka berdua mempunyai cita-cita menjadi seorang TNI dan alhamdulillah kesampaian semuanya. Sedangkan aku? ya, aku memang tidak mempunyai minat sama sekali dengan TNI karena menurutku ribet aja.

Ya, aku cuma seorang pekerja kantoran yang kalau soal gaji pun tidak kalah dengan kedua saudaraku sebenernya. Aku juga bersyukur tidak mempunyai cita-cita menjadi TNI karena jika begitu dan mungkin bisa jadi TNI juga, akhirnya tidak ada yang bisa pulang ke rumah. Jadi, memang cuma aku yang bisa pulang ke rumah setidaknya seminggu sekali.

Soal kedekatan antar saudara, aku memang tidak terlalu dekat dengan kedua saudaraku. Hanya adik dan kakak yang lebih dekat. Aku tidak terlalu dekat dengan kakak, begitupun dengan adik. Tapi bukan berarti hubunganku dengan keduanya tidak baik. Hanya saja memang tidak sedekat itu.

Namun begitu mereka berdua adalah salah satu sumber inspirasiku.

#12. 10 Menit Dalam Seminggu

Sejauh yang bisa kuingat, aku tidak pernah menonton acara televisi setelah mulai masuk ke dunia kerja. Entahlah, apa mungkin karena memang tidak ada acara yang menarik atau karena tidak punya waktu untuk menikmati acara televisi.

Dulu ketika masih sekolah, setiap pagi sebelum sekolah pasti rutin menonton acara berita olahraga. Menonton One Stop Football ketika hari sabtu dan minggu. Serta menonton berita tentang Moto GP di Trans 7.

Sekarang rasanya tidak semenyenangkan dulu ketika menonton acara televisi karena mungkin acara yang ada di televisi sudah bisa ditonton di media lainnya seperti Youtube.

Jika aku hitung mungkin hanya sekitar 10 menit total durasi ketika nonton acara telivisi saat ini. Itupun ketika ibu sedang nonton sinetron dan aku juga ikut nonton walau cuma satu menit dalam sehari. Intinya di youtube atau media online lainnya sudah ada semua dan lebih seru untuk ditonton.

#13. Kolektor

Sejatinya aku bukan pembaca berat. Ada beberapa buku yang pernah kubaca bahkan ada beberapa buku atau novel yang aku beli di toko buku tapi semuanya tidak kubaca sampai selesai. Aku senang membaca novel, biografi dan kumpulan sejarah serta buku-buku yang membahas tentang agama.

Novel pertama yang kubaca adalah Surat Kecil Untuk Tuhan yang kubaca ketika masih SMA, 9 tahun yang lalu. Lalu ada Perahu Kertas, saat itu aku baca online yang entah legal atau tidak.

Saat ini ada beberapa buku yang aku beli tapi belum dibaca sampai selesai bahkan plastik yang membungkus bukunya masih ada. Seperti buku Revive Your Heart dari Nouman Ali Khan. Buku tentang betapa cintanya para sahabat nabi kepada nabi Muhammad SAW. Ada juga buku dari Fiersa Besari yang 11.11. Serta sebuah novel dari Asma Nadia yang berjudul Bidadari untuk Dewa.

Kesemua buku dan novel yang kusebutkan di atas, belum kubaca semua sampai selesai padahal sudah lebih dari satu tahun ketika membelinya. Ya, mungkin nanti kalau sudah ada waktu dan tidak malas.

#14. Style

Soal style, kadang aku merasa lebih menarik dari beberapa orang. Terkadang juga aku merasa lebih rendah dari sekumpulan kecil orang.

Entahlah, aku hanya seseorang yang mencintai diriku sendiri apa adanya.

#15. Tempat Paling Nyaman

If i could run away, where would i go? Ke tempat paling nyaman untuk membuat jiwa merasa tenang.

Saat ini, rumah.

Lanjut part 2 : 30 Days Writing Challenge : Part 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *